Sayup sayup nyayian mengiringi aku menulis segala pemikiran yang terjadi padaku akhir – akhir ini. Dengan sedikit makiaan pada diriku sendiri, karena tak mampu menundukan yang seharusnya tunduk padaku. Nafsu engkau musuh besarku, sejak aku mengenal lawan jenisku…
Seharusnya aku tak perlu menyalahkan siapapun atau apapun karena semua terjadi pada tingkat kesadaranku. Cinta dan wanita ah.. 3 bulan ini bikin slalu pusing aku.. Hingga aku tak punya waktu untuk menikmati kebersamaan ku dengan teman sejatiku sepi.
Ampuni hamba Ya ALLAH, ampuni hamba…
UMurku yang dah gak muda lagi menurutku, seharusnya aku mampu untuk membedakan mana yang “tidak” dan mana ya “iya”. Hemm.. Mulai untuk menata diri lagi. Tapi apa mereka mau mengerti. Aku rasa tidak, dan percuma saja mencoba untuk membuat mereka mengerti, karena aku pernah mencobanya dan hasilnya.. ah…
Pada yang kisah hidupku yg pertama juga aku merasakan dilema ini, dan akhirnya aku mengambil keputusan untuk pergi dan sendiri. ah, masalah baru muncul. Aku marah pada diriku sendiri karena mendahulukan rasa tak tegaku dari pada nuraniku yang sesungguhnya. Dan hasilnya apa, aku semakin terjebak, terjerembab, dan dia tak mau melepaskanku maupun kulepas..
Maafkan aku wahai perempuan yang saat ini bersamaku, aku tak bisa mencintaimu dengan hatiku, aku tak bisa menyayangimu. Walau kutahu rasamu padaku. Semua ini untuk masa yang akan datang agar menjadi lebih baik. andaikan kau bisa mengerti dan membuat semua menjadi mudah.
Tapi pengertian sempitmu tentang semuanya menutupi semua cara semua jalan. Dan semoga masih kutemukan secercah cahaya untukku untuk menuju jalan yang terbaik untuk kita semua…